Berbicara kebahagiaan, setiap orang akan merasakan bahagia jika ia menemukan sesuatu yang diimpikan. Seorang balita akan merasa bahagia jika permintaannya dikabulkan oleh orangtuanya. Seorang pelajar akan merasa bahagia jika juara kelas yang diimpi-impikan telah menjadi kenyataan. Begitu juga orang dewasa. Ia akan merasa bahagia jika kariernya telah menanjak sesuai yang dicita-citakan.
Kualitas kebahagiaan yang dirasakan setiap orang mungkin mengalami perbedaan. Tetapi secara umum apa yang dirasakan mengalami peningkatan sesuai dengan intens kebahagiaan itu sendiri. Coba kita rasakan cuplikan cerita berikut, bagaimana jika Anda yang menjadi pelaku dari isi cerita itu:
Syamsul mempunyai kawan akrab. Saking akrabnya, apa yang dialami oleh Syamsul dirasakan pula oleh kawannya. Begitu juga sebaliknya. Keduanya bagaikan dua orang saudara yang saling menyayangi. Suatu saat Syamsul mendapat penghargaan dari orangtuanya karena dia berprestasi di sekolahnya. Wajar, dia adalah anak tunggal dan anak kesayangan kedua orangtuanya.
Sekarang bagaiamana perasaan bahagia Anda jika:
1. Anda sebagai "kawan Syamsul" mendengar atau melihat Syamsul mendapat penghargaan.
2. Anda sebagai "Syamsul" yang mendapat penghargaan dari orangtuanya.
3. Anda sebagai "Orangtua Syamsul" yang dapat memberi penghargaan kepada anak tercintanya. Menurut Anda, siapa diantara mereka yang paling bahagia?
Jujur saja, bagi kami yang paling bahagia adalah orangtua Syamsul. Dia telah dapat memberikan sesuatu yang paling disenangi anaknya.
Itulah gradasi kebahagiaan. Kawan Syamsul bahagia melihat Syamsul mendapat penghargaan. Lebih bahagia lagi adalah Syamsul, orang yang langsung mendapat penghargaan. Tetapi jauh lebih bahagia lagi adalah orangtua Syamsul, yang dapat membuat anak yang dicintainya bahagia.
Dari cerita di atas, kalau kita hubungkan dengan pemberian atau infaq ternyata pemberi infaq itu lebih bahagia dibandingkan dengan penerima infaq. Apalagi jika dibandingkan dengan pendengar pembagian infaq.
Mengenai Saya
- Machrus
- Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumsel, Indonesia
- Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 3 Kayuagung
Selasa, 02 Juni 2009
Langganan:
Komentar (Atom)